4 Hal KRUSIAL Dalam Bisnis Jualan Daging Sapi agar Untung Besar

Bisnis daging sapi siapa tak mau? Sudah banyak pedagang yang merasakan gurihnya jualan atau berdagang daging sapi. Keuntungan yang tak nanggung nanggung menjadi primadona pedagang saat ini, walau mahal namun daging sapi mentah banyak dibutuhkan oleh masyarakat dalam berbagai olahan makanan seperti bakso, rendang, dendeng dan sate. Didasari kebutuhan itulah daging sapi memiliki potensi untuk laris jika didpasarkan. Apalagi saat saat menjelang hari lebaran, harga bisa melambung tinggi.

Harga daging sapi dipasaran saat ini masih kisaran 100-120 ribu per kg untukdaging mentah segar dan harga daging beku 70-80 ribu per kg. Pedagang bisa mendapatkan suplay dari peternak lokal dan distributor daging sapi impor yang lebih murah. Margin keuntungan yang diperoleh umumnya 5000-20.000 per kg tergantung jenis dan persediaan daging sapi.

Bisnis Jualan Daging Sapi

Potensi keuntungan yang didapat dari dagang sapi memang menguntungkan, tetapi jika kalian ingin sukses dalam berdagang daging sapi, ada beberapa hal penting dan krusial dalam jualan daging ini,  :

Konsumen Beralih dari daging segar ke daging beku /frozen food

Persediaan daging sapi lokal memang kurang jika dibandingkan konsumsi daging sapi yang terus meningkat. Hal tersebut sangat jelas dikarenakan persediaan sapi potong yang lokal yang sedikit, solusi yang diambil pemerintah dalam mengatasi kekuranga daging adalah dengan mengimort daging sapi beku. Kelebihan daging sapi beku lebih murah dan lebih lama disimpan sampai satu bulanan.

Konsumsi daging beku juga didukung dari pemerintah, karena dengan daging beku daging lebih higienis dalam pendistribusian karena dalam keadaan beku bakteri tidak berkembang sehingga aman dikonsumsi. Dukungan serta pemerintah juga didasari penganggulangan harga daging sapi segar lokal yang tinggi, sebab daging beku relatif lbeih murah stabil dan stok dari impor yang berkelanjutan.

Menyuplai daging ke industri pengolahan daging

Konsumsi daging tertinggi adalah industri pengolahan daging, yakni penjual bakso, rendang, sate dll dan aneka olahan daging sapi baik. Dengan menyuplai berbagai industri pengolahan daging anda mendapatkan pelanggan tetap, berbeda kalau dipasar, anda hanya mengandalkan konsumen rumah tangga yang tidak menjamin setiap hari itu ada.

Mengetahui Bagian bagian sapi

Kenapa begitu penting bagian bagian dari daging sapi? Karena potongan daging sapi di setiap wilayah akan berbeda-beda menurut akan digunakan untuk apa. Dan setiap penggunaan potongan sapi tidak semua cocok untuk olahan makanan tertentu. Misalnya saja potongan daging iga, has luar serta T-Bone lazim dimanfaatkan di Amerika dan Eropa untuk bahan steak. Wajar saja potongan bagian daging sapi tersebut banyak diperjualbelikan. Di Indonesia sendiri bagian daging tadi sering dijadikan sebagai bahan masakan bersantan misalnya rendang dan sop konro.

Tidak hanya itu, bagian bagian daging sapi lainnya juga memiliki favorit dalam penggunaan makanan tertentu berikuti ini
1. Daging sapi paha depan (chuck) bahan pembuatan bakso
2. Rusuk (rib) untuk dipanggang, sop, atau gulai
3. Perut (finak/samcan) untuk kaldu atau masakan rebus
4. Dada bawah ketiak untuk rendang
5. Punuk (blade) untuk masakan kukus

Jadi dalam penjualan daging sapi, anda harus mengelompokan bagian bagian tersebut, karena setiap potongan daging memiliki harga yang berbeda, hal ini akan lebih menguntungkan jika menjual dalam sapi gelonggong atau utuh karkas.

Sifat dan Karakteristik Daging sapi

Daging memiliki karakteristik masing masing termasuk dari masing masing daging sapi. Kalian harus paham, karena kadang konsumen lebih pintar dalam memiliki daging yang akan dibelanjakan. Sebagai penjual harus memiliki pemahaman bagaimana cara membedakan daging kualitas buruk dan baik untuk rekomendasi pembeli.

Dari sisi warna, daging sapi bisa menunjukkan kualitas daging tersebut, Daging yang sudah busuk tentu akan berbeda warna dengan daging yang masih segar. Daging sapi segar biasanya masih berwarna merah dan segar dan tekstur warna dari daging tersebut tidak kotor dan pucat. Jika daging sapi merah namun ada kebiruan, daging tersebut berasal dari sapi yang telah mati.

Daging sapi yang segar dan memiliki kualitas akan memiliki tekstur daging yang masih kenyal. Kalian cukup menekan daging sapi tersebut, jika terangkat kembali ke atas daging sapi tersebut masih segar dan layak konsumsi. Jika daging sapi busuk akan lebih terasa lembek saat di sentuh.

Daging sapi yang masih segar masih memiliki aroma yang khas sapi dan aroma dari daging sapi pada umumnya. Namun jika daging sapi tersebut busuk akan timbul aroma bau busuk pada daging tersebut dan juga jangan membeli daging yang uratnya mengembang. Daging Tidak Berair, Anda perlu bisa mengenali jenis daging sapi dan daging sapi glonggongan, Agar tidak disangka daging gelonggongan anda bisa menggantung daging yang anda jual, agar menyakinkan konsumen bahwa daging yang kalian jual bukan daging gelonggongan.

Hal krusial ini perlu diperhatikan kawan, mengingat daging sapi sifatnya perisable atau mudah rusak sehingga dalam pendistribusian sebaiknya dalam keadaan beku agar lebih awet. Hal itu juga menghindari ketidaklakuan agar bisa dijual kembali esoknya tanpa meninggalkan kualitasnya, Kualitas terjaga makan sifat dan karakteristik tidak berubah layaknya daging segar. Maka tak heran pemerintah menekankan agar konsumen daging sapi agar beralih ke daging beku, dan penjual harus mempertimbangkannya dalam usaha jualan daging sapi

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "4 Hal KRUSIAL Dalam Bisnis Jualan Daging Sapi agar Untung Besar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel