Home » , » Cara Membuka Usaha Toko Obat atau Apotek dan Mengurus Izinnya

Cara Membuka Usaha Toko Obat atau Apotek dan Mengurus Izinnya

Posted by Peluang Usaha Rumahan on Tuesday, August 8, 2017

Cara Membuka Usaha Toko Obat dan Apotek - Salam sejahtera pembaca yang budiman dimana andapun berada, semoga selalu dalam keadaan sehat sehat saja. Kalau yang sakit jangan lupa minum obat ya. Karena kalau sakit tidak segera diobati, mbok tambah parah,obatnya semakin mahal pula. Mumpung masih ringan segeralah beli obat. Nah, pembahasan kali ini sangat berhubungan dengan kalimat pembuka artikel, yakni bisnis toko obat atau apotek yang menjual berbagai obat yang bisa anda jual bebas tanpa resep dokter, namun tetap memiliki izin dari dinas kesehatan.

USAHA TOKO OBAT DAN APOTEK
Apotek
Perlu Anda ketahui, bahwa kebijakan pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, BPJS Kesehatan, menerapkan penggunaan obat generik esensial dalam pelayanan kesehatan pemerintah di Instansi Pemerintah baik rumah sakit, Klinik sampai tingkat Puskesmas. Dengan begitu kebijakan tersebut juga diikuti oleh para dokter praktis, apoteker dan rumah sakit swasta. Artinya adanya pelonjakan kebutuhan akan obat generik di Indonesia dalam layanan kesehatan.

Tidak hanya dalam pelayanan kesehatan formal saja, kebebasan dalam penggunaan masyarakat membuka peluang bisnis menjual obat generik langsung ke masyarakat tanpa melalui instansi pemerintah maupun resep dokter. Peluang tersebut, bisa kita ambil memalui dua cara, yakni mendirikan apotek dan toko obat.

Nah selanjutnya, saya akan menjelasakan secara rinci mengenai perbedaan, mengurus perizinan sampai pada bagaimana cara membuka usaha toko obat dan apotek. Kita mulai dari :

Perbedaan Secara Umum Apotek

Secara umum memang keduanya sama, sama sama menjual obat, tetapi secara detail dalam peraturan perizinan, toko obat berizin merupakan sebuah tempat yang hanya diizinkan oleh pemerintah hanya untuk menjual produk obat golongan bebas (yang bertanda bulat hijau), kosmetik dan alat kesehatan ringan seperti plester, kassa, hansaplast dll dengan penanggungjawab AA (Assistant Apoteker).

Sedangan secara peraturan selanjutan untuk apotek merupakan sebuah tempat yang boleh menjual berbagai macam golongan obat. seperti golongan bebas, bebas terbatas, obat keras (obat bebas: bertanda bulat hijau, obat bebas terbatas: bertanda bulat biru, obat keras: bertanda bulat merah) dengan penanggung jawab Apoteker.

toko obat
Dilihat dari segi peraturan perizinan toko obat lebih sederhana, sehinggga toko obat lebih dilirik oleh pebisnis dibanding apotek yang perizinananya ribet dan harus memiliki apoteker. Masa berlaku SK izin toko obat yaitu dua tahun. Berbeda dengan masa berlaku SIA (Surat Izin Apotek) yang mencapai lima tahun dengan melakukan registrasi berkala setiap satu tahun.

Dasar Hukum Pendirian Toko Obat dan Apotek

Adapun dasar hukum mengenai keduanya yang bisa anda baca diperaturan dibawah ini.

Dasar hukum pendirian toko obat berizin antara lain :

1. SK Menkes RI No. 1189A/Menkes/SK/X/1999 tentang Wewenang Penetapan Izin di bidang Kesehatan,
2.SK Menkes RI No. 167/Kab/VII/1972 tentang Pedagang Eceran Obat
3. SK Menkes RI No. 1331/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri RI No. 167/Kab/VII/1972 tentang Pedagang Eceran Obat,
4. dan Peraturan daerah atau Kota setempat. Adapun masa berlaku SK izin toko obat adalah dua tahun.

Dasar hukum apotek antara lain


1.UU Obat Keras St. 1937 No. 541, UU No. 22 tahun 1997 tentang Narkoba
2.UU No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika, PP No. 41 tahun 1980 tentang Masa Bhakti dan Izin Kerja Apoteker,
3. SK Menkes RI No. 922/SK/Menkes/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek,
4. SK Menkes No. 1189A/Menkes/SK/X/1999 tentang Wewenang Penetapan Izin di bidang Kesehatan

Tahapan alur Perizinan Usaha

Syarat yang harus dipersiapkan untuk mendirikan Apotek adalah :

1 Surat Permohonan
Surat permohonan yang didalamnya terdapat pernyataan kebenaran dan keabsahan dokumen & data di atas kertas bermaterai Rp 6.000 Download
2 Identitas Pemohon WNI : Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), atau WNA : KITAS / Visa, Paspor
3 Jika yang mengajukan izin adalah Badan Hukum  : Akta pendirian (Kantor Pusat dan Kantor Cabang, jika ada) dan SK Pengesahan yang dikeluarkan oleh:
Kemenkunham, jika PT dan Yayasan
Kementrian Koperasi, jika Koperasi
Pengadilan Negeri, jika CV

4 Akta Perubahan SK dan SK Perubahan yang dikeluarkan oleh Kemenkumham, jika Akta Pendirian mengalami perubahanNPWP Badan Hukum
5 Jika dikuasakan , Surat kuasa di atas kertas bermaterai Rp. 6.000 KTP orang yang diberi kuasa
6 Izin Gangguan (ITU UUG atau HO) [Fotokopi] [kecuali usaha mikro / kecil]
7 Dokumen Lingkungan [Fotokopi]
8 Izin Praktik Apoteker (SIPA) penanggung jawab
9 Surat pernyataan pemohon diatas kertas bermaterai Rp 6.000
Bahwa APA tidak bekerja sebagai APA di tempat lain dan tidak bekerja pd bidang farmasi lain Tidak akan melakukan penjualan narkotika dan OKT Tertentu tanpa resep dokter Akan melaporkan pengelolaan obat narkotika/psikotropika
10 Akta notaris perjanjian kerjasama APA dan Pemilik Sarana Apotek (PSA)
11 Surat keterangan dari pimpinan, jika PNS atau TNI atau POLRI yang aktif
12 Proposal teknis yang dilengkapi dengan (silahkan unduh) Download
13 Jika tanah atau bangunan disewa: Perjanjian sewa-menyewa tanah/bangunan, Surat pernyataan di atas kertas bermaterai Rp 6.000 dari pemilik tanah/bangunan yang menyatakan tidak keberatan tanah/bangunanya digunakan, KTP pemilik tanah atau bangunan [Fotokopi]

Syarat Mendirikan Usaha toko obat

1. Surat Permohonan di atas Materai Rp 6.000; download disini
2. Surat pernyataan tidak menjual obat keras (daftar G) dan narkoba;
3. Fotokopi KTP;
4. Ijazah Asisten Apoteker;
5. Surat pernyataan asisten apoteker dengan pemilik sarana;
6. Surat Izin Kerja Asisten Apoteker;
7. Denah lokasi;
8. Pasfoto ukuran 3 x 4 cm sebanyak 2 lembar.

Prosedur Memperoleh izin

1. Pemohon mengajukan permohonan kepada Kepala Dinas Kesehatan setempat dengan dilampiri persyaratan yang telah ditentukan dan mengisi formulir yang telah disediakan.
2. Permohonan yang telah lengkap syarat-syaratnya diterima oleh Dinas Kesehatan, pemohon menerima tanda terima berkas permohonan.
3. Verifikasi data-data permohonan dan syarat oleh Dinas Kesehatan.
4. Petugas melakukan survey ke lapangan
5. Analisa hasil survey lokasi sebagai dasar untuk membuat izin atau menolak permohonan.
6. Pemrosesan Izin dan pembuatan slip pembayaran.
7. Pemohon membayarkan retribusi dan mengambil surat izin di Dinas Kesehatan

Selain Mengurus izin anda juga mempersiapkan dalam pengadaan tempat dan barang serta strategi penjualan. Langkah langkah ini dilakukan jika anda mendirikan usaha toko atau apotek kecil secara mandiri, bukan membeli paket usaha waralab apotek maupun toko obat. Jika tertarik dengan waralaba anda bisa membaca artikel lainnya mengenai : Waralaba Toko Obat generik Murah

Jika tertarik anda harus menyiapkan sendiri dari pemlilihan lokasi, perizinan, pengadaan barrang/mencari distributir obat dan alat kesehatan.

Lokasi Usaha Toko Obat atau Apotek

Lokasi apa yang cocok untuk usaha apotek dan toko obat? Ya lokasi yang strategis. Maksud dari strategis adalah mudah diakses oleh konsumen dan pendistribusian barang. Toko yang mudah ditemukan konsumen berpeluang memiliki tingakt penjuaaln yang tinggi. Pendistribusian barang yang mudah, tidak ada kendala stok telat serta biaya pendistribusian bisa diminimalkan.

Mencari Distributor Obat

Distributor obat yang murah adalah pilihan terbaik agar margin yang kita dapatkan lebih besar, namun secara umum harga pasaran obat adalah sama. Jadi persaingan bukan di harganya, melainkan faktor lokasi dan kelengkapan obat dan yang dijual. Jadi pilihlah distributor yang murah, dekat dengan toko anda agar biaya pengiriman murah, serta menyediakan berbagai obat yang lengkap.

Strategi Pemasaran

Strategi apa yang cocok untuk diterapkan dalam bisns toko obat dan apotek selain dari faktor lokasi, kelengkapan barang dan harga?

1. Penjualan secara online dan ditoko
2. Melakukan distribusi juga ke toko kelontong
3. Promosi di sosial Media
4. Membuat Papan nama yang menarik
5. Pelayanan yang ramah dari konsultasi sampai pembelian
6. Memiliki as, apoteker perempuan yang menarik

Nah, bagaiamana? Saya kira cukup jelas disini mengenai perizinan dan bagaimana cara membuka usaha toko dan apotek. Kurang lebihnya bisa anda tanyakan ke dinas kesehatan setempat karena beda daerah kadang beda juga dengan perizinannya. Sekian, semoga bermanfaat.

Thanks for reading & sharing Peluang Usaha Rumahan

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Terbaru