Home » , » Contoh Perhitungan Bunga Deposito Bank BRI

Contoh Perhitungan Bunga Deposito Bank BRI

Posted by Peluang Usaha Rumahan on Friday, September 22, 2017

Apa itu deposito? bunga deposito? Dan bagaimana cara mengitung bunga deposito bank ? Deposito adalah produk bank sejenis jasa tabungan/simpanan yang memiliki jangka waktu tertentu di mana uang yang disimpan dalam Bank tidak boleh ditarik nasabah. Dana yang disimpan dalam bentuk deposito akan  dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan persyaratan tertentu. Deposito baru bisa ditarik sesuai dengan tanggal perjanjian jatuh temponya. Umumnya deposito mempunyai jatuh tempo 1, 3, 6, atau 12 bulan. Deposito bisa kalian dapatkan dibank BRI, Mandiri, BCA, BNI dan bank lainnya.

Sebenarnya jenis deposito yang banyak ditawarkan oleh perbankan adalah deposito berjangka, karena yang lebih dikenal masyarakat. Selain deposito berjangka, ada jenis deposito Sertifikat Deposito, diterbitkan atas unjuk dalam bentuk sertifikat dan Deposito On Call yang merupakan jenis tabungan berjangka dengan waktu penyimpanan yang relatif singkat.

Perhitungan Bunga Deposito Bank BRI
Perhitungan Bunga Deposito Bank BRI

Keunggulan atau manfaat deposito dibanding produk simpanan biasa/tabungan adalah  Bunga deposito lebih tinggi daripada bunga tabungan biasa, Relatif aman karena dijamin LPS, memiliki risiko rendah dan dapat dijadikan sebagai jaminan kredit. Namun yang membuat produk deposito banyak dinikmati masyarakat adalah tawaran bunga deposito yang tinggi.

Bunga Deposito

Bunga deposito adalah nilai yang harus diberikan oleh pihak bank kepada nasabah sebagai imbalan atas simpanan nasabah saat ini yang akan dikembalikan bank pada kemudian har. Bunga dapat diambil setelah tanggal jatuh tempo bersamaan penarikan atau dimasukkan lagi ke pokok deposito untuk didepositokan lagi pada periode berikutnya jika diperpanjang.

Besaran bunga deposito beragam tergantung dari kebijakan masing masing Bank. Kalian bisa memilih produk deposito dengan bunga yang paling tinggi diantara bank yang terbaik. Dengan begitu dana yang didepositkan lebih besar dikemudian hari, namun perlu kalian ketahui bahwa bunga deposito adalah objek pajak. Bunga yang kita dapatkan dari BANK akan anda terima terlebih dahulu dipotong pajak.

Pajak yang dikenakan pada deposito sebesar 20%. Pajak ini berlaku bila nilai deposito lebih dari Rp7.500.000, sedangkan nilai yang kurang dari Rp7.500.000 tidak dikenakan pajak sesuai dengan PP 131 Tahun 2000 (berlaku sejak 1 Januari 2001) tentang PPh atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI.

Perhitungan Bunga Deposito Bank 

Sebagian besar masyarakat awam dengan pajak bunga deposito. Padahal bunga deposito termasuk penghasilan yang merupakan objek yang dikenakan pajak. Tak heran, banyak muncul pertanyaan bagaimana cara menghitung pajak Bank.  Ada dua cara mudah menghitung bunga deposito, yakni dengan kalkulator bunga deposito dan perhitungan bunga depsosito Bank secara manual dengan rumus.

#Kalkulator bunga Deposito

Kalkulator ini digunakan untuk menghitung bunga perbulan yang diperoleh dari sejumlah uang yang didepositokan dengan ketentuan Pajak bunga sebesar 20%. Kalian bisa mencoba beberapa kalkulator dibawah ini :

Kalkulator Mandiri
Kalkualtor BNI syariah
Kalkulator BRI syariah

Cara penggunanan cukup mudah, tinggal memasukan jumlah deposito dan pajak bunganya.

#Cara Manual dengan rumus

Bagi kalian yang ingin memahani secara jelas mengenai cara menghitung bunga Deposito atau bagi kalian yang pelajar dalam mengerjakan PR, Akan saya jelaskan lewat beberapa contoh perhitungan bunga deposito BRI (Bisa diterapkan pada Bank Mandiri, BNI dll)

Rumus untuk menghitung bunga Deposito

Bunga Simpanan = (Saldo x suku bunga % x hari) /365
Ket :
  • Saldo =Nila deposito
  • Suku Bunga = Nilai Bunga Bank
  • Hari = Jangka waktu dalam hari
  • 365=Jumlah hari dalam 1 tahun
Rumus menghitung pajak Bunga Deposito :
Saldo Bunga x 20%
Ket :
  • Saldo bunga = Nilai bunga simpanan
  • 20% = Persentase pajak sesuai PP 131 Tahun 2000 tentang PPh atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI.

Contoh-contoh Perhitungan bunga deposito:

1. Saldo tabungan nasabah Arafah di bank BRI pada tanggal 01/09/2017 adalah sebesar Rp 20.000.000,- dengan tingkat suku bunga 5% p.a., maka bunga tabungan nasabah Arafah untuk hari itu adalah....

Jawaban =

Bunga Simpanan = (Saldo x suku bunga % x hari) /365 Bunga Simpanan = (Rp 20.000.000,- x 5% x 1) / 365 = Rp 2739,73

Pajak bunga: Rp 2739,73 x 20% = Rp 547,95

Jadi keuntungan bunga nett (setelah dikurangi pajak) yang diterima Arafah untuk saldo Rp 20.000.000 adalah  Rp Rp 2739,73 – Rp 547,95 =2191,78

2. Achi  memiliki deposito sejumlah Rp 200.000.000,- di bank Mandiri dengan jangka waktu 2 bulan dari 01/07/2017 s/d 01/09/2017. Dengan suku bunga simpanan 6% p.a. maka saat jatuh tempo, bunga yang diterima Achi adalah?

Selama jangka waktu 01/07/2017 s/d 01/09/2017  atau 61 hari jumlah saldo yang mengendap tiap malam akan bertambah sesuai bunga yang ada. Berikut perhitungannya

Jawaban :
Bunga Simpanan = (Saldo x suku bunga % x hari) /365
Bunga simpanan: (Rp 200.000.000,- x 6% x 61) / 365 = Rp 2.005.479,45

Pajak bunga:  Rp 2.005.479,45 x 20% = Rp401.095,89

Jadi Bunga simpanan Achi setelah pajak dalam jangka waktu 2 bulan adalah
 Rp 2.005.479,45- Rp401.095,89 = Rp 1.604.383,56

Note : Bunga dan pajak tidak akan dibukukan ke rekening nasabah setiap hari, tapi pada satu tanggal tertentu setiap bulan secara otomatis.

Demikianlah cara menghitung bunga deposito yang benar baik melalui kalkulator maupun menggunakan rumus lewat Contoh Perhitungan Bunga Deposito Bank yang ada. Semoga bisa menjadi referensi kalian dalam menghitung bunga yang kalian didapatkan disuatu Bank, terima kasih.

Thanks for reading & sharing Peluang Usaha Rumahan

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Terbaru