Analisa Usaha Ayam Potong, Bisnis Ternak Yang Menjanjikan

Kegiatan usaha ternak patut dicoba adalah usaha ayam potong. Ayam potong disebut juga ayam broiler merupakan salah satu komoditi hasil peternakan yang sangat menjanjikan. Ayam broiler produksinya cepat untuk memenuhi kebutuhan pasar dibandingkan dengan produk ternak lainnya, mengingat kebutuhan akan daging ayam yang terus meningkat. Berdasarkan Data BPS tingkat konsumsi daging ayam nasional Tahun 2016 masyarakat Indonesia sudah mencapai 9 Kg perkapita per tahun, Tingkat konsumsi tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 7 kg. Pertumbuhan jumlah penduduk dan pendapatan masyarakat yang meningkat membuat kebutuhan daging ayam kedepannya terus mengalami pertambahan.

Keunggulan ayam potong antara lain pertumbuhan ayam, tepatnya broiler sangat cepat dengan bobot badan yang tinggi dalam waktu yang relatif pendek 6-7 minggu, konversi pakan kecil, siap dipotong pada usia muda serta menghasilkan kualitas daging berserat lunak. Pertumbuhan yang pesat dari ayam ras potong ini juga merupakan solusi penanganan untuk mengimbangi kebutuhan masyarakat terhadap daging ayam. Kondisi semacam ini tentu mendorong banyak masyarakat ikut andil dalam memenuhi kebutuhan daging lewat usaha budidaya ayam potong, termasuk mungkin anda yang sudah memahami peluang bisnis yang memang perputaran modalnya cepat ini.

Analisa Usaha Ayam Potong, Bisnis Ternak Yang Menjanjikan

Sampai detik ini, ayam broiler adalah penghasil daging ayam terbesar, dibawahnya ada ayam buras yang hanya ikut menyuplai, namun pertumbuhan kurang maksimal sehingga kurang mampu memenuhi kebutuhan pasar. Sekalipun sekarang sudah ada jenis ayam kampung super sebagai pemenuhan dari ayam buras tetap saja masih belum bisa menyamai pertumbuhan ayam broiler, karena ayam kampung super atau sering disebut joper baru bisa dipanen umur 2 bulan dengan bobot 0.8-1 kg.

Cara Memulai usaha ayam potong

Ada dua cara untuk membuka usaha ternak ayam broiler, yakni usaha mandiri dan sistem kemitraan. Keduanya memiliki kekurangan dan keuntungan masing masing yang bisa pelajari selanjutnya. Usaha ayam broiler mandiri merupakan usaha ayam yang seluruh kegiatan usaha dari pengadaan sarana produksi ternak sampai pemasaran dilakukan oleh pelaku usaha ternak/peternak, sedangkan usaha kemitraan ayam adalah usaha ternak yang bekerjasama dengan perusahaan kemitraan peternakaan ayam, yang mana seluruh pengadaan sarana produksi ternak dan pemasaran dilakukan oleh pihak kemitraan dan si peternakn hanya menyediakan kandang beserta perlatannya untuk kegiataan pemeliharaan sampai panen.

Kerja sama dengan kemitraan dituangkan dalam dokumen kontrak yang disepakati kedua belah pihak. Isi dokumen kontrak tersebut antara lain kontrak harga sapronak, harga jual ayam, bonus prestasi, dan SOP atau aturan main kerja samanya. Keuntungan usaha kemitraan ayam broiler adalah mendapat jaminan pemasaran dan kepastian harga ayam. Peternak hanya perlu fokus dalam beternak dan berusaha semaksimal mungkin agar performance ayam optimal, cepat panen dan bobot tercapai. Peternak tidak memikirkan fluktuasi harga karena yang dipakai dalam perhitungan laba rugi adalah harga kontrak diawal.

Kerugian sistem kemitraan ayam adalah peternak mendapatkan keuntungan relatif kecil, jika dibandingkan dengan usaha mandiri. Keuntungan peternak minimal ini karena ada tambahan harga sapronak dan sudah terikat harga di atas nilai kontrak. Harga tidak bisa diubah meskipun saat panen harga ayam broiler sedang meningkat dari harga kontrak. Beda kalau usaha mandiri bisa mengikuti harga pasar sehingga bisa menikmati keuntungan lebih besar.

Apabila lebih memilih usaha kemitraan ayam, anda bisa memilih usaha kemitraan terpercaya seperti perusahaan Charoen Phokphand, Japfa, Wonokoyo, Sido Agung dan Mustika serta kemitraan skala lokal yang dapat dipercaya. Sedangkan apabila anda memilih usaha ayam broiler mandiri, anda harus benar benar memulai dari nol, dari pengadaan sapronak seperti bibit, pakan dan obatan serta pemasarannya. Anda sebelumnya perlu analisa perencanaannya agar kedepannya bisa sukses dan berkelanjutan.

Merinci Biaya Modal Awal Usaha Peternakan Ayam broiler

Apapun usahanya, pasti membutuhkan modal awal yang lumayan besar seperti dalam usaha ayam potong. Dibawah ini ada analisa usaha ayam potong mandiri yang mungkin bisa menjadi contoh atau refrensi sebelum menganggarkan biaya untuk usaha :

No
Uraian
Satuan
Harga per satuan
Jumlah
A.    Biaya Investasi
1
Sewa Kandang*
1 produksi 1000 ekor
Rp 500/ekor
Rp 500.000
2
Pemanas Semawar
  2 Buah
Rp350.000
Rp 700.000
3
Peralatan Makan dan Minum
1 Paket (50 buah)
Rp 25.000
Rp 1.250.000
Total
Rp 2.450.000
No
Uraian
Satuan
Harga per satuan
Jumlah
B.    Biaya Variabel (Operasional)
1
Pembelian DOC
10 box, 1 box=100 ekor
Rp 450.000/box
Rp4.500.000
2
Pakan Ayam*
30 sak
Rp320.000
Rp 10.600.000
3
Vaksin dan Vitamin*
1 Paket (per bulan)
Rp 500.000
Rp 500.000
4
Sekam*
15 Karung
Rp 5000
Rp 75.000
5
Pembelian Gas
  8 Tabung
Rp15.000
Rp 120.000
6 Koran 5 Kg Rp 2000 Rp 10.000
7
Lampu/listrik
Rp 50.000hari
Rp 50.000
8
Transportasi
-
Rp 100.000
Rp 100.000
Total
Rp 15.455.000
Keterangan : *) diambil dari harga saat ini, sewaktu waktu bisa berubah,

Total Biaya Produksi = Biaya Investasi + Biaya Variabel
= Rp 2.450.000 + Rp 15.455.000
= Rp 17.905.000


Pendapatan
Asumsi bobot rata-rata ayam per ekor 1,6 Kg dan tingkat kematian ayam pada saat pemeliharaan hingga panen 4% .Jadi jumlah ayam beserta bobotnya adalah

960 ekor x 1,6 Kg x Rp 18.000/Kg = Rp 24.576.000
Penjualan Kotoran Ayam 50 karung x Rp 5000/karung = (Rp 250.000)
Total pendapatan Rp 24.826.000,-

Keuntungan
Total keuntungan = Total pendapatan – Total biaya produksi
= Rp 24.826.000 – Rp15.455.000
= Rp 9.371.000/bulan

Catatan :
Perhitungan adalah hanya sewa kandang, jika mendirikan kandang tentu biaya awal membengkak. Dengan 1000 ekor kemungkinan membutuhkan 1 tenaga  kerja. Tidak mungkin diurus sendiri semuanya. Soal harga sangat fluktuatif, jadi keuntungan tidak menentu.

Analisa Usaha Ayam Potong, Bisnis Ternak Yang Menjanjikan

Hal hal yang wajib dipelajari sebelum Mendirikan Usaha Ayam Potong Mandiri

Aspek Aspek Peternakan

Aspek peternakan meliputi aspek teknis dan sosial. Aspek teknis meliputi aspek berangkutan langsung dengan kegiatan usaha peternakan ayam potong seperti :
  • Lokasi peternakan sesuai undang undang no 41  2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan harus jauh dari pemukiman, minimal 200 meter.
  • Lokasi harus dekat dengan sumber air bersih sebagai penunjang kebutuhan air ayam dan kegiatan lainnya.
  • Lokasi harus mudah diakses, adanya jalur distribusi atau transportasi ke kandang.
Aspek sosial meliputi perizinan, baik dari pemerintah daerah maupun lingkungan masyarakat sekitar, namun untuk skala kecil dibawah 3000 ekor tidak perlu ijin usaha dari pemda.

Pengadaan Sarana Produksi Peternakan dan pemasaran

Beda dengan sistem kemitraan ayam, kalau usaha ayam broiler mandiri harus melakukan pengadaan sapronak dan pemasaran sendiri. Ini sebenarnya yang menjadi tantangan dalam usaha. Pengadaan sarana bisa melalui toko peternakan, poultryshop didekat anda. Perlu anda ketahui harga sapronak kemitraan dengan poultryshop lebih mahal di poultryshop. Jadi anda harus pintar pintar dalam memilih sapronak yang bisa menekan biaya produksi.

Pemasaran bisa dilakukan mandiri dengan bisnis rumah ayam potong, RPA setempat, usaha pecel ayam/bakar, restoran dan usaha yang membuthkan daging ayam. Dalam membangun pasar ini juga sedikit menyulitkan, karena jika tidak punya pasar sendiri, pilihan terahir adalah menjual ke pengepul/tengkulak ayam yang secara otomatis menawarkan harga lebih rendah.

Managemen Pemeliharaan


Selain pasar, kunci sukses usaha beternak ayam adalah managemen pemeliharaannya. Maskudnya disini adalah bagaimana menghasilkan produksi ayam broiler dengan bobot sudah ditargetkan dalam waktu singkat. Semua butuh ilmu managemen pemeliharan yang benar, meliputi manageman pakan dan iar minum, kesehatan dan managemen masa brooding. Anda bisa membaca : panduan beternak ayam broiler lengkapnya.

Untung Rugi Usaha Ayam Broiler

Tidak lengkap rasanya kalau menyajikan analisa usaha ayam potong tidak menyebutkan kerugian dan keuntungannya. Sebab, bisa menjadi pertimbangan anda dalam memilih sebuah usaha. Mungkin secara tersurat dari bahasan diatas adan sudah bisa memahami keuntungan yang bisa diambil dari usaha ini, seperti proses pemeliharaan yang singkat, potensi keuntungan yang besar dan permintaan akan daging ayam yang tinggi.

Beberapa kerugian usaha ini juga perlu cermati, harga ayam potong sangat fluktiatif menjadi momok menakutkan bagi peternak rakyat/kecil. Dimana mereka membeli harga sapronak yang sangat tinggi di awal namun saat panen harga ayam potong anjlok. Kondisi demikian bisa mencekik peternak kecil. Ada beberapa faktor harga yang fluktuatif, yakni sarana produksi sebgaian besar impor dan permainan harga baik di tengkulak maupuun perusahaan besar.

Walau bagaimana pun kunci usaha ini adalah memiliki pasar. Semahal apapun sapronaknya bisa kita jual kembali dengan ekuntungan minimal ke pasar agar tidak mengalami kerugian. Ya mungkin cukup pembahasan mengenai peluang dan analisa usahaternak ayam potong. Sekian, semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Analisa Usaha Ayam Potong, Bisnis Ternak Yang Menjanjikan "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel